Kamis, 30 April 2015

Mata Kuliah Semester 3 Sistem Informasi Manajemen

 ANALISA SISTEM INFORMASI ABSENSI KARYAWAN PADA
RUMAH SAKIT CIPTO MANGUNKUSUMO JAKARTA




 









                                                                                                        


Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
1. Ario Budi Susetyo                          ( NIM : 11131200 )
2. Deva Nur Fauziah                           ( NIM : 11130714 )
3. Fitriannisa Rahmawati                    ( NIM : 11131156 )
4. Nurul Afni                                      ( NIM : 11130961 )

Jurusan Sistem Informasi
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
Nusa Mandiri
2014

KATA PENGANTAR

Dengan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat , hidayah dan bimbingan-Nya , sehingga kami penulis dapat menyelesaikan makalah ini.

Penulisan makalah ini digunakan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Oleh karena itu, kami mengucapkan rasa terimakasih kepada :
1. Ibu Eni Irfiani selaku dosen pengajar mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
2. Bpk. Azwar Sofyan yang telah memberi izin untuk melakukan riset.

Semoga bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada kami mendapat balasan serta karunia dari Allah SWT. Kami menyadari penulisan makalah ini jauh dari sempurna , maka dari itu kami berharap saran dan kritik untuk kesempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kami dan pihak yang memerlukan.



Depok, 17 November 2014

  

Penulis

  





DAFTAR ISI

Cover
Kata pengantar                                                                                                                        i
Daftar isi                                                                                                                                 ii
BAB I PENDAHULUAN
                                                                                                      1 
1.1 Latar belakang                                                                                                      1
1.2 Pembatasan Masalah                                                                                            2
1.3 Tujuan Penelitian                                                                                                 2
BAB II LANDASAN TEORI 
                                                                                               3
2.1  Konsep Dasar Sistem                                                                                           3
2.2  Konsep Dasar Informasi                                                                                      5
2.3  Konsep Dasar Sistem Informasi                                                                          7
2.4  Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen                                                       8
2.5  Sistem Informasi dan Tipe Keputusan Manajemen                                             8
2.6  Sistem Informasi dan Pemakaian Komputer                                                        9
2.7  Basis Data (database)                                                                                           10
BAB III HASIL ANALISA SISTEM INFORMASI                                                             14
3.1 Sejarah Perusahaan                                                                                               14
3.2 Visi Misi Perusahaan                                                                                             15
3.3 Prosedur Sistem Berjalan                                                                                      15
3.4 Tool Block Sistem                                                                                                16
3.5 Pembahasan                                                                                                          17
BAB IV PENUTUP
                                                                                                               21
4.1 Kesimpulan                                                                                                           21
4.2 Saran                                                                                                                     21
Daftar Pustaka 
                                                                                                                       22




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang 
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen.Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis. Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK. 
Sistem Informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja adalah suatu sistem di mana manusia dan mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk dan jasa bagi pelanggan.Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan) informasi. Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain.
Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi merupakan suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 




1.2.  Pembatasan Masalah
Karena pembahasan dari Sistem Informasi Manajemen amat luas, maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini yaitu :
1.      Konsep dari sistem informasi manajemen.
2.      Alasan yang menjadi penyebab gagalnya organisasi / perusahaan mengelola sistem informasi manajemennya sendiri.

1.3.  Tujuan Penelitian
Tujuan penulis membuat makalah ini adalah untuk :
1.      Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Manajemen sebagai pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) semester 3 (tiga) jurusan Sistem Informasi (SI).
2.      Sebagai penambah wawasan  tentang sistem absensi karyawan yang digunakan  dalam RSCM Jakarta
 













BAB II
LANDASAN TEORI

2.1  Konsep Dasar Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan yang digunakan dalam mendefinisikan sistem, yaitu (sebutkan sumber referensi):
1)      Lebih menekan pada prosedur yang digunakan dalam sistem dan mendefinisikan sistem sebagai jaringan prosedur, metode, dan cara kerja yang saling berinteraksi dan dilakukan untuk pencapaian suatu tujuan tertentu.
2)      Lebih menekankan pada elemen atau komponen penyusun sistem, mendefinisikan sebagai kumpulan elemen baik abstrak maupun fisik yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Kedua defenisi diatas sama benarnya dan tidak saling bertentangan. Yang berbeda hanyalah cara pendekatan yang dilakukan pada sistem. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk dapat mencapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi. Beberapa karakteristik sistem informasi adalah sasaran, sumber daya, jaringan data, keluaran informasi, dan pengguna-pengguna informasi.

2.1.1        Sasaran
Setiap sistem berupaya mencapai satu atau lebih sasaran : artinya, sasaran merupakan kekuatan pemotivasi yang mengarahkan suatu sistem.
2.1.2        Masukan – Proses – Keluaran
Masukan terdiri dari semua arus berwujud ( tangible ) yang masuk ke dalam sistem disamping juga dampak tak berwujud ( intangible ) terhadap sistem. Keluaran terdiri dari semua arus keluar atau hasil. Dan proses terdiri dari metode yang digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Sasaran sistem mempengaruhi dan sering mengendalikan konten masukan menjadi keluaran.
2.1.3        Lingkungan
Setiap sistem ( barangkali kecuali sistem jagad raya ) secara fisik terbatas. Alam yang terletak diluar suatu sistem dinamakan lingkungan system. Suatu batas sistem memisahkan sistem itu dengan lingkungannya. Walaupun batas-batas sistem tertentu tidak kelihatan dan mungkin sukar ditetapkan secara pasti, setiap sistem pasti dibatasi oleh batas-batas tertentu.
2.1.4        Saling Ketergantungan
Setiap sistem mempunyai sifat saling ketergantungan. Selain memeiliki subsistem-subsistem yang berkaitan erat, suatu sistem pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem lain yang lebih besar. Hubungan antara subsistem dengan sistem dan dengan super sistem dinamakan hirarki system.
2.1.5        Jaringan Kerja Sistem
Menggambarkan macam kebergantungan yang lain. Jaringan kerja (network) terbentuk bilamana sebuah system digabungkan dengan sistem lain yang tingkat hirarkinya sama. Sistem-sistem yang membentuk jaringan kerja berinteraksi satu sama lain melalui penghubung (kopling / coupling) atau batas bersama (share boundaries) yang dinamakan antar muka (interfaces). Antar muka ini memungkinkan sumber daya mengalir diantara sistem-sistem yang berinteraksi.
      Subsistem-subsistem yang saling bergantung dalam suatu sistem tunggal juga membentuk jaringan kerja, karena mereka saling berhubungan. Sumber daya mengalir diantara subsistem-subsistem, dengan keluaran dari satu substistem menjadi masukan bagi subsistem lain yang berantar muka.
      Konsep saling ketergantungan sistem ini berguna dalam studi sistem informasi. Konsep ini mengingatkan analis bahwa sebuah sistem atau subsistem tidak boleh dilihat secara terpisah dari sistem atau subsistemlain yang terkait dengannya. Konsep ini juga mengatakan bahwa analis dapat berpindah ke tingkat sistem yang lebih rendah hirarkinya guna menyempitkan cukupan analisis.
2.1.6        Kendala
Setiap sistem menghadapi kendala, batasan-batasan intern atau ekstern yang menentukan konfigurasi atau kemampuan sistem. Batasan / boundary sistem, misalnya, merupakan kendala fisik yang menentukan ukuran dan bentuk sistem. Dalam beberapa keadaan kendala dapat dihilangkan atau dikurangi. Cara yang biasa digunakan untuk mengurangi kendala yang mempengaruhi operasi dikenal dengan dekopling (decoupling).
2.1.7        Pengendalian Sebagai Konsep Inti Sistem
Pengendalian dapat dianggap sebagai konsepti inti sistem, karena faktor inilah yang menjiwai ide pokok dari pengembangan sebuah sistem dan sekaligus juga merupakan manifestasi nyata dari setiap sistem. Sistem-sistem dibentuk secara langsung atau tidak, untuk melakukan pengendalian, misal:
a.       Pemerintah dibentuk untuk menentukan apa yang boleh dilakukan dalam masing-masing yuridiksinya.
b.      Sistem kardiovaskuler bertanggung jawab untuk mengontrol aliran darah dan pendistribusian oksigen dalam tubuh.
Pengendalian bias berarti menciptakan atau memelihara nilai atau karakteristik
suatu variabel agar selalu berada dalam batas yang telah ditentukan. Melakukan pengendalian berarti menyebabkan segala sesuatu berjalan sesuai keinginan atau rencana sehingga suatu tujuan akhir bias tercapai. Setiap sistem harus mengatur subsistem-subsistemnya agar dapat mencapai sasaran. Pengendalian adalah proses regulasi (pengaturan) yang dilakukan sistem untuk mengkoreksi setiap penyimpangan dari rangkaian langkah menuju sasaran yang diinginkan. Pengendalian anggaran, pengendalian mutu, pengendalian kredit, dan pengendalian sediaan, merupaka proses-proses pengendalian yang biasa dilakukan perusahaan.
      Pengendalian yang efektif tergantung pada umpan balik. Melalui umpan balik, keluaran sistem diukur terhadap standar untuk menentukan penyimpangan, yang kemudian dikoreksi dengan mengubah masukan atau proses. Pengendalian yang efektif dalam konteks suatu system juga ditegaskan dengan kaidah keragaman keperalihan (law of requisite Variety). Menurut kaidah ini sistem yang baik harus memiliki satu atau lebih mekanisme atau variasi pengendalian untuk menanggulangi setiap kemungkinan keadaan lepas kendali.
2.2  Konsep Dasar Informasi
Informasi dibutuhkan oleh manajemen untuk menghidari proses enthropi. Proses enthropi adalah proses berakhirnya keberadaan suatu sistem manajemen yang didahului kondisi tanpa pola dan tidak menentu. Informasi adalah hasil pengolahan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Data sebagai bahan baku informasi adalah gambaran kejadian yang berwujud karakter, angka, atau simbol tertentu yang memiliki arti.
2.2.1        Siklus Informasi
Data merupakan bentuk yang masih  mentah yang belum dapat berbicara banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data yang ditagkap dianggap sebagai input, diproses kembali melalui model dan seterusnya membentuk suatu siklus. Menurut John Burch dan Gary Grudnitski, (“Information System Theory and Practice”, John Wiley and Sons, New York 1986) siklus ini disebut dengan Siklus Informasi (Information Cycle) atau Siklus Pengolahan Data (Data Processing Cycle).
2.2.2        Kualitas Informasi
Agar informasi dapat mempunyai manfaat dalam proses pengambilan keputusan, informasi harus mempunyai kualitas dan nilai. Kriteria kualitas informasi adalah :
a.       Akurat : yang berarti informasi harus tidak bias atau menyesatkan dan bebas dari kesalahan.
b.      Tepat Waktu : yang berarti informasi yang sampai kepada penerima tidak boleh terlambat. Mahalnya nilai informasi saat ini adalah karena harus cepatnya informasi tersebut didapatkan, sehingga dibutuhkan teknologi mutakhir untuk mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan.
c.       Relevan : yang berarti informasi harus mempunyai manfaat bagi pihak yang menerimanya.
2.2.3        Konsep Umpan Balik Informasi
Konsep umpan balik informasi menjelaskan perihal pencarian sasaran dan saling mempengaruhi antar bagian sistem yang mengkoreksi dengan sendirinya. Pada dasarnya konsep umpan balik ini berkaitan dengan cara informasi digunakan untuk maksud pengendalian. Pengendalian sebagai konsepsi inti sistem sangat membutuhkan umpan balik informasi. Informasi tentang mekanisme sistem atau input sistem jika perlu, untuk menjaga agar sistem bekerja sesuai dengan rencana pencapaian sistem.


2.2.4        Pendekatan Sistem dalam Pertukaran Informasi
Pendekatan sistem adalah suatu gagasan yang bersumber pada paham sinergistik yang menyatakan bahwa total keluaran suatu organisasi dapat ditingkatkan jika bagian-bagian komponennya dapat diintegrasikan. Penerapan konsep umpan balik informasi, yang juga merupakan pengertian dasar pendekatan system, selaras dengan paham sinergistik.
      Pendekatan sistem diperlukan untuk mengubah mekanisme pertukaran informasi antara setiap bagian system yang terhubungkan melalui jalur kewenangan klasik, agar menjadi hubungan informasi antar setiap bagian sistem secara terintegrasi.
2.3  Konsep Dasar Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.Informasi diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga processing system atau information processing system atau information-generating system. Menurut Robert K. Leitch dan K. Roscoe Davis, (“Accounting Information System”, Prentice-Hall, New Jersey, 1983) hal 6 sistem informasi adalah :
Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen Sistem Informasi
      John Burch dan Gary Grudnitski, (“Information System Theory and Practice”, John Wiley and Sons, New York, 1986) mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut sebagai blok bangunan (block building).
Block building ini kemudian dibagi menjadi :
1.      Blok masukan (input block)
2.      Blok model (model block)
3.      Blok luaran (output block)
4.      Blok teknologi (technology block)
5.      Blok basis data (data base block)
6.      Blok kendali (controls block)


2.4  Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen bertugas mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data untuk akhirnya menyajikan informasi kepada semua tingkatan manajemen berkaitan dengan fungsi manajemen dalam pengolahan sumber daya. Sistem informasi manajemen bertujuan menunjang proses pengambilan keputusan dalam melaksanakan fungsi manajemen pada berbagai tingkatan manajemen, dengan mewujudkan hubungan timbal balik dan keterkaitan informasi antar bagian organisasi sehingga sinergi organisasi dapat tercapai.
Peranan sistem informasi dalam kegiatan manajemen adalah menyediakan informasi untuk menunjang proses pengambilan keputusan yang dilakukan manajemen. Informasi yang dipakai untuk membantu pengambilan keputusan dilihat dari asalnya, datang dari luar organisasi (eksternal). Tugas sistem informasi adalah menyediakan informasi yang bersifat internal. Agar informasi yang dihasilkan sistem informasi lebih mengena dan berguna bagi manajemen maka harus dilakukan analisa untuk mengetahui kebutuhan informasi bagi setiap tingkatan manajemen. Untuk maksud ini harus dimengerti dulu mengenai kegiatan dan tipe keputusan yang diambil dalam tiap-tiap tingkatan manajemen.
2.5  Sistem Informasi dan Tipe Keputusan Manajemen
Secara garis besar ada 2 tipe keputusan yang dibuat oleh manajemen, yaitu keputusan yang terstruktur dan keputusan yang tidak terstruktur.
a.       Keputusan terstruktur, kebanyakan adalah keputusan yang repetitif, rutin, memiliki prosedur dan informasi yang jelas dan karenanya dapat diprogramkan.
b.      Keputusan tidak terstruktur, adalah keputusan yang tidak memiliki data masukan dan prosedur yang jelas karena jarang dilakukan sehingga tidak perlu dipersiapkan secara khusus, dan karena itu keputusan ini tidak dapat diprogramkan.
Istilah "diprogramkan", yang diambil dari istilah komputer, menjelaskan tentang tersedianya proses pemecahan yang otomatis pada suatu masalah. Program adalah serangkaian instruksi untuk melaksanakan sebuat tindakan. Karena hanya ada sedikit sekali persoalan yang dapat dipecahkan secara otomatis, berarti hanya sedikit pula keputusan pada semua tingkatan manajemen berdasarkan informasi yang tersedia. Bila keputusan tidak dapat diotomatisasikan melalui desain sistem informasi ini, maka tujuan sistem informasi tersebut berubah menjadi sistem informasi untuk meningkatkan kemampuan manajemen dalam mengambil suatu keputusan.

2.6  Sistem Informasi dan Pemakaian Komputer
Sebenarnya sistem informasi telah ada sejak dulu, yang baru pada saat ini adalah komputerisasinya. Sebelum ada komputer, teknik sistem informasi manajemen telah ada untuk memberi manajer sistem informasi yang memungkinkan mereka merencanakan serta mengendalikan operasi.
Pada saat ini, ketika segala urusan yang berkaitan pemakaian informasi sudah semakin rumit dan kompleks, maka mutlak diperlukan bantuan komputer. Ada 6 karakteristik komputer sebagai pengolah informasi sebagai alasan tepat dalam pemakaian komputer,
yaitu :
a.       Kecepatan. Dalam distribusi informasi dan pengolahan data, faktor kecepatan sangat dibutuhkan oleh manajemen.
b.      Kapasitas. Volume data yang sangat besar bisa diolah dengan cepat.
c.       Repetitif. Dalam pengolahan data yang memiliki prosedur sama, pengolahan dengan komputer akan memakan waktu yang singkat.
d.      Input yang pasti. Komputer membutuhkan input yang pasti, karenanya intuisi dan  pertimbangan bukanlah merupakan atribut mesin.
e.       Output yang akurat. Hasil yang sangat akurat bisa diperoleh dan hal ini tidak terpengaruh oleh kebosanan dan kelelahan.
Dalam sistem manajemen modern, sebenarnya tidak perlu lagi dipermasalahkan tentang perlu tidaknya pemakaian komputer dalam sistem informasi. Yang menjadi masalah seharusnya adalah menentukan bagian mana yang tidak atau menentukan sampai sejauh mana pemrosesan informasi harus dikomputerisasi. Yang perlu dipikirkan adalah, bahwa meskipun komputer hanyalah sebuah alat untuk mengolah data tetapi banyak orang dari pihak manajemen yang memandangnya sebagai elemen sentral sistem informasi. Sikap ini cenderung terlalu menyanjung dan bahkan akan mengganggu peran komputer yang sesungguhnya. Peran sebenarnya dari komputer adalah menyajikan informasi untuk pengambilan keputusan dan perencanaan serta pengendalian operasi.




2.7 Basis Data (Database)
      Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database sistem.
      Sistem basis data (database system) adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam didalam suatu organisasi. Dengan sistem basis data ini tiap-tiap orang atau bagian dapat memandang database dari beberapa sudut pandang yang berbada.
      Bagian kredit dapat memandangnya sebagai data piutang, bagian penjualan dapat memandangnya sebagai data penjualan, bagian personalia dapat memandangnya sebagai data karyawan, bagian gudang dapat memandangnya sebagai data persediaan.
Semuanya terintegrasi dalam sebuah data yang umum. Berbeda dengan sistem pengolahan data tradisional, sumber data ditangani sendiri-sendiri untuk tiap aplikasinya.
















BAB III
HASIL ANALISA SISTEM BERJALAN

3.1 Sejarah Perusahaan
Sejarah RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, tidak terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena perkembangan kedua instansi ini adalah saling tergantung dan saling mengisi satu sama lain. 
Pada tahun 1896, Dr. H.Roll ditunjuk sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia (Jakarta), saat itu laboratorium dan sekolah Dokter Jawa masih berada pada satu pimpinan. 
Kemudian tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa diubah menjadi STOVIA, cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Pada tanggal 19 November 1919 didirikan CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis) yang disatukan dengan STOVIA. Sejak saat itu penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kedokteran semakin maju dan berkembang fasilitas pelayanan kedokteran spesialistik bagi masyarakat luas. 
Bulan Maret 1942, saat Indonesia diduduki Jepang, CBZ dijadikan rumah sakit perguruan tinggi (Ika Daigaku Byongin). Pada tahun 1945, CBZ diubah namanya menjadi “ Rumah Sakit Oemoem Negeri (RSON), dipimpin oleh Prof Dr Asikin Widjaya-Koesoema dan selanjutnya dipimpin oleh Prof.Tamija. Tahun 1950 RSON berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP). 
Pada Tanggal 17 Agustus 1964, Menteri Kesehatan Prof Dr Satrio meresmikan RSUP menjadi Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo (RSTM), sejalan dengan perkembangan ejaan baru Bahasa Indonesia, maka diubah menjadi RSCM. 
Pada tanggal 13 Juni 1994, sesuai SK Menkes nomor 553/Menkes/SK/VI/1994, berubah namanya menjadi RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo. 
Berdasarkan PP nomor 116 Tahun 2000, tanggal 12 Desember 2000, RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo ditetapkan sebagai Perusahaan Jawatan (Perjan) RS Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta.  Dalam perkembangan selanjutnya, Perjan RSCM berubah menjadi Badan Layanan Umum berdasarkan PP.Nomor 23 tahun 2005.



3.2 VISI dan MISI Perusahaan
3.2.1. VISI RSCM
a)      Menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan Pusat Rujukan Nasional terkemuka di Asia Pasifik tahun 2014.
3.2.2. MISI RSCM
a)      Memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
b)      Menjadi tempat pendidikan dan penelitian tenaga kesehatan.
c)      Tempat penelitian dan pengembangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui manajemen yang Dinamis dan Akuntabel.

3.3. Struktur Organisasi 
Struktur Organisasi merupakan penegasan akan susunan kerangka yang menunjukkan saling hubungan atau tata kerja antara bagian-bagian atau sub bagian yang ada dalam suatu unit kerja, sehingga setiap bagian atau sub bagian mengetahui secara jelas apa yang menjadi bidang tugas, kewenangan dan tanggung jawabnya. Demikian pula kepada siapa bagian mempertanggung jawabkan aktivitas yang dilakukannya.



3.4  TOOL BLOK
1.      Blok input
Alat yang digunakan untuk memasukkandata :
a. Keyboard
b. Mouse
2.      Blok Output 
Alat yang digunakan untuk menghasilkan keluaran :
a. Printer
3.      Blok Model
Aplikasi maupun program yang sering digunakan adalah
a. Ms. Office
b. Ms. Acces 
4.      Blok Teknologi
a. Menggunakan Wi-Fi 
5.      Blok Database
a. Database DBF (clipper database file) 
6.      Blok Control
a. Avast anti virus
3.5 Pembahasan
Prosedur Sistem Berjalan
a.       Input Absensi
Setiap kehadiran pegawai menginput NIP dan melakukan sentuh telapak tangan pada mesin biotec. Mesin absen ada di beberapa titik di RSCM, karyawan memasukkan id, kemudian menempelkan jari ke mesin, lalu masuk ke sistem, dan setiap akhir bulan di rekap.
b.      Membuat rekapitulasi absensi
Bagian penanggung jawab administrasi dan SDM melakukan rekapitulasi absensi setiap akhir bulan
c.       Pembuatan Laporan
Setelah pembuatan rekapitulasi, bagian penanggung jawab adminstrasi dan SDM membuat laporan absensi pegawai untuk diserahkan kepada Koordinator administrasi dan keuangan.

 Sistem absen  sudah terkomputerisasi. Menggunakan aplikasi VB.Net dan mesin Biotec.
a.       Kelebihan : memudahkan para karyawan untuk melakukan absen karena mesin ada di beberapa titik. Sistemnya tidak bisa dimanipulasi oleh karyawan kecuali administrator.
b.      Kekurangan : absen dapat dimanfaatkan oleh karyawan yang nakal, misalnya yang rumahnya dekat mereka absen di titik lain tanpa ke tempat mereka kerja kemudian pulang. “walaupun masih ada kekurangan tetapi lebih bagus dari absen yang menggunakan scan id. Karena kalau scan id banyak karyawan yang menitipkan id mereka ke teman.

Berikut adalah beberapa gambar mengenai sistem absensi di RSCM:

Description: P_20141027_124212.jpgDescription: P_20141027_124232.jpg
  
  
Description: P_20141027_124304.jpgDescription: P_20141027_124307.jpg

Description: P_20141027_124318.jpgDescription: P_20141027_144600.jpg



Description: P_20141027_144646.jpgDescription: P_20141027_144912.jpg




Description: P_20141027_144940.jpgDescription: http://www.2mcctv.com/images/AccessControl_BiometricReader_HandKeyII-3.jpg
Description: http://blog.dimensidata.com/wp-content/uploads/2013/12/Menghindari-Karyawan-Nakal-Dengan-Mesin-Absensi-Sidik-Jari_1.jpg





BAB IV
PENUTUP

4.1.Kesimpulan
Sistem Komputerisasi di RSCM sudah memasuki sistem absensi modern yang dibeberapa tepat sudah ditempatkan mesin absensi untuk karyawan. Mewujudkan keinginan karyawan yang mengabsen dengan cara yang mudah dan cepat. Dalam hal ini RSCM sudah berkembang dengan baik terutama manajemen komputersasinya. 

4.2.Saran 
1.    Perlu adanya pembagian kerja yang tersistem sehingga pekerjaan dapat berjalan secara optimal dalam hal shift kerja.
2.    Diperlukan adanya pengawasan atau penjagaan disetiap penempatan mesin Biotec.



  















DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2011 Modul Sistem Informasi Manajemen,Jakarta: Bumi aksara
http://www.google.com/search?hl=id&source=hp&biw=&bih=&q=pengertian+sistem+informasi+manajemen
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://www.docstoc.com/docs/124914006/
ardiansyah5.tripod.com/bab2.htm