ANALISA SISTEM INFORMASI
ABSENSI KARYAWAN PADA
RUMAH SAKIT CIPTO MANGUNKUSUMO
JAKARTA
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
1. Ario Budi Susetyo (
NIM : 11131200 )
2. Deva Nur Fauziah (
NIM : 11130714 )
3. Fitriannisa Rahmawati (
NIM : 11131156 )
4. Nurul Afni (
NIM : 11130961 )
Jurusan Sistem Informasi
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer
Nusa Mandiri
2014
KATA PENGANTAR
Dengan rasa syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat , hidayah dan
bimbingan-Nya , sehingga kami penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulisan makalah ini digunakan untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Sistem Informasi Manajemen. Oleh karena itu, kami mengucapkan rasa
terimakasih kepada :
1. Ibu Eni Irfiani selaku
dosen pengajar mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
2. Bpk. Azwar Sofyan yang
telah memberi izin untuk melakukan riset.
Semoga bantuan dan dukungan yang telah diberikan kepada kami
mendapat balasan serta karunia dari Allah SWT. Kami menyadari penulisan makalah
ini jauh dari sempurna , maka dari itu kami berharap saran dan kritik untuk
kesempurnaan makalah ini. Akhirnya kami berharap semoga makalah ini memberi
manfaat yang sebesar-besarnya bagi kami dan pihak yang memerlukan.
Penulis
DAFTAR
ISI
Cover
Kata pengantar i
Daftar isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
Kata pengantar i
Daftar isi ii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar belakang 1
1.2 Pembatasan Masalah 2
1.3 Tujuan Penelitian 2
BAB II LANDASAN TEORI 3
BAB II LANDASAN TEORI 3
2.1 Konsep
Dasar Sistem 3
2.2 Konsep
Dasar Informasi 5
2.3 Konsep
Dasar Sistem Informasi 7
2.4 Konsep
Dasar Sistem Informasi Manajemen 8
2.5 Sistem
Informasi dan Tipe Keputusan Manajemen 8
2.6 Sistem
Informasi dan Pemakaian Komputer 9
2.7 Basis
Data (database) 10
BAB III HASIL ANALISA SISTEM INFORMASI 14
3.1 Sejarah Perusahaan 14
3.2 Visi Misi Perusahaan 15
3.3 Prosedur Sistem Berjalan 15
3.4 Tool Block Sistem 16
3.5 Pembahasan 17
BAB IV PENUTUP 21
BAB IV PENUTUP 21
4.1 Kesimpulan 21
4.2 Saran 21
Daftar Pustaka 22
Daftar Pustaka 22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi
informasi dan
aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan
manajemen.Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering
digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan
teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak
hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara
di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Sistem informasi yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi
biasanya terlihat seperti memiliki komponen TIK.
Sistem Informasi sebagai tipe khusus dari sistem kerja
adalah suatu sistem di mana manusia dan mesin melakukan pekerjaan dengan
menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk dan jasa bagi pelanggan.Sistem
informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan
(menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan)
informasi. Dengan demikian, sistem informasi antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain.
Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi
formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.Sistem informasi
adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat
keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan
menyebarkan informasi dalam organisasi.
Sistem informasi merupakan suatu sistem di dalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
1.2. Pembatasan Masalah
Karena pembahasan dari
Sistem Informasi Manajemen amat luas, maka penulis membatasi permasalahan yang
akan dibahas pada makalah ini yaitu :
1.
Konsep dari sistem informasi manajemen.
2.
Alasan yang menjadi penyebab gagalnya organisasi
/ perusahaan mengelola sistem informasi manajemennya sendiri.
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan penulis membuat
makalah ini adalah untuk :
1.
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem
Informasi Manajemen sebagai pengganti Ujian Akhir Semester (UAS) semester 3
(tiga) jurusan Sistem Informasi (SI).
2.
Sebagai penambah wawasan
tentang sistem absensi
karyawan yang digunakan dalam RSCM
Jakarta
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Sistem
Terdapat dua kelompok
pendekatan yang digunakan dalam mendefinisikan sistem, yaitu (sebutkan sumber referensi):
1)
Lebih menekan pada prosedur
yang digunakan dalam sistem dan mendefinisikan sistem sebagai jaringan prosedur, metode, dan cara kerja yang saling
berinteraksi dan dilakukan untuk pencapaian suatu tujuan tertentu.
2)
Lebih menekankan pada elemen
atau komponen penyusun sistem, mendefinisikan sebagai kumpulan elemen baik abstrak maupun fisik
yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu.
Kedua defenisi diatas
sama benarnya dan tidak saling bertentangan. Yang berbeda hanyalah cara pendekatan
yang dilakukan pada sistem. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat
saling berinteraksi dan untuk dapat mencapai tujuan tertentu harus melakukan
sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi.
Beberapa karakteristik sistem informasi adalah sasaran, sumber daya, jaringan data, keluaran
informasi, dan pengguna-pengguna informasi.
2.1.1
Sasaran
Setiap sistem berupaya mencapai
satu atau lebih sasaran : artinya, sasaran merupakan kekuatan pemotivasi yang
mengarahkan suatu sistem.
2.1.2
Masukan – Proses –
Keluaran
Masukan terdiri dari
semua arus berwujud ( tangible ) yang masuk ke dalam sistem disamping juga
dampak tak berwujud ( intangible ) terhadap sistem. Keluaran terdiri
dari semua arus keluar atau hasil. Dan proses terdiri dari metode yang
digunakan untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Sasaran sistem mempengaruhi dan
sering mengendalikan konten masukan menjadi keluaran.
2.1.3
Lingkungan
Setiap sistem ( barangkali
kecuali sistem jagad raya ) secara fisik terbatas. Alam yang terletak diluar suatu
sistem dinamakan lingkungan system. Suatu batas sistem memisahkan sistem itu dengan lingkungannya. Walaupun batas-batas sistem tertentu tidak kelihatan dan mungkin sukar ditetapkan secara pasti,
setiap sistem pasti dibatasi oleh batas-batas tertentu.
2.1.4
Saling Ketergantungan
Setiap sistem mempunyai sifat
saling ketergantungan. Selain memeiliki subsistem-subsistem yang berkaitan
erat, suatu sistem pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem lain yang lebih
besar. Hubungan antara subsistem dengan sistem dan dengan super sistem dinamakan hirarki system.
2.1.5
Jaringan Kerja Sistem
Menggambarkan macam
kebergantungan yang lain. Jaringan kerja (network) terbentuk bilamana sebuah
system digabungkan dengan sistem lain yang tingkat hirarkinya sama. Sistem-sistem yang membentuk
jaringan kerja berinteraksi satu sama lain melalui penghubung (kopling /
coupling) atau batas bersama (share boundaries) yang dinamakan antar muka
(interfaces). Antar muka ini memungkinkan sumber daya mengalir diantara sistem-sistem yang
berinteraksi.
Subsistem-subsistem yang saling bergantung
dalam suatu sistem tunggal juga membentuk jaringan kerja, karena mereka saling
berhubungan. Sumber daya mengalir diantara subsistem-subsistem, dengan keluaran
dari satu substistem menjadi masukan bagi subsistem lain yang berantar muka.
Konsep saling ketergantungan sistem ini berguna dalam
studi sistem informasi. Konsep ini mengingatkan analis bahwa sebuah sistem atau subsistem
tidak boleh dilihat secara terpisah dari sistem atau subsistemlain yang terkait
dengannya. Konsep ini juga mengatakan bahwa analis dapat berpindah ke tingkat sistem yang lebih rendah
hirarkinya guna menyempitkan cukupan analisis.
2.1.6
Kendala
Setiap sistem menghadapi
kendala, batasan-batasan intern atau ekstern yang menentukan konfigurasi atau
kemampuan sistem. Batasan / boundary sistem, misalnya, merupakan kendala fisik yang menentukan ukuran dan bentuk sistem. Dalam beberapa keadaan
kendala dapat dihilangkan atau dikurangi. Cara yang biasa digunakan untuk mengurangi kendala yang mempengaruhi operasi dikenal dengan dekopling
(decoupling).
2.1.7
Pengendalian Sebagai
Konsep Inti Sistem
Pengendalian dapat dianggap
sebagai konsepti inti sistem, karena faktor inilah yang menjiwai ide pokok dari pengembangan sebuah sistem dan sekaligus
juga merupakan manifestasi nyata dari setiap sistem. Sistem-sistem dibentuk
secara langsung atau tidak, untuk melakukan pengendalian, misal:
a. Pemerintah dibentuk untuk menentukan apa yang boleh dilakukan dalam
masing-masing yuridiksinya.
b.
Sistem kardiovaskuler
bertanggung jawab untuk mengontrol aliran darah dan pendistribusian oksigen
dalam tubuh.
Pengendalian bias
berarti menciptakan atau memelihara nilai atau karakteristik
suatu variabel agar selalu berada
dalam batas yang telah ditentukan. Melakukan pengendalian berarti menyebabkan
segala sesuatu berjalan sesuai keinginan atau rencana sehingga suatu tujuan
akhir bias tercapai. Setiap sistem harus mengatur subsistem-subsistemnya agar dapat mencapai sasaran.
Pengendalian adalah proses regulasi (pengaturan) yang dilakukan sistem untuk mengkoreksi
setiap penyimpangan dari rangkaian langkah menuju sasaran yang diinginkan.
Pengendalian anggaran, pengendalian mutu, pengendalian kredit, dan pengendalian
sediaan, merupaka proses-proses pengendalian yang biasa dilakukan perusahaan.
Pengendalian yang efektif tergantung pada
umpan balik. Melalui umpan balik, keluaran sistem diukur terhadap standar untuk menentukan penyimpangan, yang kemudian
dikoreksi dengan mengubah masukan atau proses. Pengendalian yang efektif dalam konteks suatu system juga ditegaskan
dengan kaidah keragaman keperalihan (law of requisite Variety). Menurut kaidah ini sistem yang baik harus
memiliki satu atau lebih mekanisme atau variasi pengendalian untuk
menanggulangi setiap kemungkinan keadaan lepas kendali.
2.2 Konsep Dasar Informasi
Informasi dibutuhkan oleh manajemen untuk menghidari proses enthropi.
Proses enthropi adalah proses berakhirnya keberadaan suatu sistem manajemen yang
didahului kondisi tanpa pola dan tidak menentu. Informasi adalah hasil
pengolahan data yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Data
sebagai bahan baku informasi adalah gambaran kejadian yang berwujud karakter,
angka, atau simbol tertentu yang memiliki arti.
2.2.1
Siklus Informasi
Data merupakan bentuk
yang masih mentah yang belum dapat
berbicara banyak, sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data yang diolah melalui
suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut,
membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan
tindakan lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data yang ditagkap
dianggap sebagai input, diproses kembali melalui model dan seterusnya membentuk
suatu siklus. Menurut John Burch dan Gary Grudnitski, (“Information System
Theory and Practice”, John Wiley and Sons, New York 1986) siklus ini disebut
dengan Siklus Informasi (Information Cycle) atau Siklus Pengolahan Data (Data
Processing Cycle).
2.2.2
Kualitas Informasi
Agar informasi dapat
mempunyai manfaat dalam proses pengambilan keputusan, informasi harus mempunyai
kualitas dan nilai. Kriteria kualitas informasi adalah :
a. Akurat : yang berarti informasi harus tidak bias atau menyesatkan dan
bebas dari kesalahan.
b. Tepat Waktu : yang berarti informasi yang sampai kepada penerima tidak
boleh terlambat. Mahalnya nilai informasi saat ini adalah karena harus cepatnya
informasi tersebut didapatkan, sehingga dibutuhkan teknologi mutakhir untuk
mendapatkan, mengolah, dan mengirimkan.
c. Relevan : yang berarti informasi harus mempunyai manfaat bagi pihak yang
menerimanya.
2.2.3
Konsep Umpan Balik
Informasi
Konsep umpan balik
informasi menjelaskan perihal pencarian sasaran dan saling mempengaruhi antar
bagian sistem yang mengkoreksi dengan sendirinya. Pada dasarnya konsep umpan balik
ini berkaitan dengan cara informasi digunakan untuk maksud pengendalian. Pengendalian
sebagai konsepsi inti sistem sangat membutuhkan umpan balik informasi. Informasi tentang
mekanisme sistem atau input sistem jika perlu, untuk menjaga agar sistem bekerja sesuai
dengan rencana pencapaian sistem.
2.2.4
Pendekatan Sistem
dalam Pertukaran Informasi
Pendekatan sistem adalah suatu
gagasan yang bersumber pada paham sinergistik yang menyatakan bahwa total
keluaran suatu organisasi dapat ditingkatkan jika bagian-bagian komponennya
dapat diintegrasikan. Penerapan konsep umpan balik informasi, yang juga
merupakan pengertian dasar pendekatan system, selaras dengan paham sinergistik.
Pendekatan sistem diperlukan untuk
mengubah mekanisme pertukaran informasi antara setiap bagian system yang
terhubungkan melalui jalur kewenangan klasik, agar menjadi hubungan informasi
antar setiap bagian sistem secara terintegrasi.
2.3 Konsep Dasar Sistem
Informasi
Telah diketahui bahwa
informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen dalam pengambilan
keputusan.Informasi diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga processing system
atau information processing system atau information-generating system. Menurut
Robert K. Leitch dan K. Roscoe Davis, (“Accounting Information System”,
Prentice-Hall, New Jersey, 1983) hal 6 sistem informasi adalah :
Suatu sistem didalam suatu
organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung
operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Komponen Sistem
Informasi
John Burch dan Gary Grudnitski,
(“Information System Theory and Practice”, John Wiley and Sons, New York, 1986)
mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut sebagai blok
bangunan (block building).
Block building ini
kemudian dibagi menjadi :
1. Blok masukan (input block)
2. Blok model (model block)
3. Blok luaran (output block)
4. Blok teknologi (technology block)
5. Blok basis data (data base block)
6. Blok kendali (controls block)
2.4 Konsep Dasar Sistem
Informasi Manajemen
Sistem informasi
manajemen bertugas mengumpulkan, menyimpan dan mengolah data untuk akhirnya
menyajikan informasi kepada semua tingkatan manajemen berkaitan dengan fungsi
manajemen dalam pengolahan sumber daya. Sistem informasi manajemen bertujuan menunjang proses pengambilan keputusan
dalam melaksanakan fungsi manajemen pada berbagai tingkatan manajemen, dengan
mewujudkan hubungan timbal balik dan keterkaitan informasi antar bagian
organisasi sehingga sinergi organisasi dapat tercapai.
Peranan sistem informasi dalam kegiatan
manajemen adalah menyediakan informasi untuk menunjang proses pengambilan
keputusan yang dilakukan manajemen. Informasi yang dipakai untuk membantu
pengambilan keputusan dilihat dari asalnya, datang dari luar organisasi (eksternal).
Tugas sistem informasi adalah menyediakan informasi yang bersifat internal.
Agar informasi yang dihasilkan sistem informasi lebih mengena dan berguna bagi
manajemen maka harus dilakukan analisa untuk mengetahui kebutuhan informasi
bagi setiap tingkatan manajemen. Untuk maksud ini harus dimengerti dulu
mengenai kegiatan dan tipe keputusan yang diambil dalam tiap-tiap tingkatan
manajemen.
2.5 Sistem Informasi dan
Tipe Keputusan Manajemen
Secara
garis besar ada 2 tipe keputusan yang dibuat oleh manajemen, yaitu keputusan
yang terstruktur dan keputusan yang tidak terstruktur.
a.
Keputusan terstruktur, kebanyakan adalah keputusan yang repetitif,
rutin, memiliki prosedur dan informasi yang jelas dan karenanya dapat
diprogramkan.
b.
Keputusan tidak terstruktur, adalah keputusan yang tidak memiliki
data masukan dan prosedur yang jelas karena jarang dilakukan sehingga tidak
perlu dipersiapkan secara khusus, dan karena itu keputusan ini tidak dapat
diprogramkan.
Istilah "diprogramkan", yang diambil dari istilah
komputer, menjelaskan tentang tersedianya proses pemecahan yang otomatis pada
suatu masalah. Program adalah serangkaian instruksi untuk melaksanakan sebuat
tindakan. Karena hanya ada sedikit sekali persoalan yang dapat dipecahkan
secara otomatis, berarti hanya sedikit pula keputusan pada semua tingkatan
manajemen berdasarkan informasi yang tersedia. Bila keputusan tidak dapat
diotomatisasikan melalui desain sistem informasi ini, maka tujuan sistem
informasi tersebut berubah menjadi sistem informasi untuk meningkatkan kemampuan
manajemen dalam mengambil suatu keputusan.
2.6 Sistem Informasi dan
Pemakaian Komputer
Sebenarnya sistem informasi telah ada sejak dulu, yang baru pada
saat ini adalah komputerisasinya. Sebelum ada komputer, teknik sistem informasi
manajemen telah ada untuk memberi manajer sistem informasi yang memungkinkan
mereka merencanakan serta mengendalikan operasi.
Pada saat ini, ketika segala urusan yang berkaitan pemakaian
informasi sudah semakin rumit dan kompleks, maka mutlak diperlukan bantuan
komputer. Ada 6 karakteristik komputer sebagai pengolah informasi sebagai
alasan tepat dalam pemakaian komputer,
yaitu :
a.
Kecepatan. Dalam distribusi informasi dan pengolahan data, faktor
kecepatan sangat dibutuhkan oleh manajemen.
b.
Kapasitas. Volume data yang sangat besar bisa diolah dengan cepat.
c.
Repetitif. Dalam pengolahan data yang memiliki prosedur sama,
pengolahan dengan komputer akan memakan waktu yang singkat.
d.
Input yang pasti. Komputer membutuhkan input yang pasti, karenanya
intuisi dan pertimbangan bukanlah
merupakan atribut mesin.
e.
Output yang akurat. Hasil yang sangat akurat bisa diperoleh dan
hal ini tidak terpengaruh oleh kebosanan dan kelelahan.
Dalam sistem manajemen
modern, sebenarnya tidak perlu lagi dipermasalahkan tentang perlu tidaknya
pemakaian komputer dalam sistem informasi. Yang menjadi masalah seharusnya
adalah menentukan bagian mana yang tidak atau menentukan sampai sejauh mana
pemrosesan informasi harus dikomputerisasi. Yang perlu dipikirkan adalah, bahwa
meskipun komputer hanyalah sebuah alat untuk mengolah data tetapi banyak orang
dari pihak manajemen yang memandangnya sebagai elemen sentral sistem informasi.
Sikap ini cenderung terlalu menyanjung dan bahkan akan mengganggu peran
komputer yang sesungguhnya. Peran sebenarnya dari komputer adalah menyajikan
informasi untuk pengambilan keputusan dan perencanaan serta pengendalian
operasi.
2.7 Basis Data (Database)
Basis
data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan
dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya. Database merupakan
salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis
dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Penerapan database dalam sistem
informasi disebut dengan database sistem.
Sistem
basis data (database system) adalah suatu sistem informasi yang
mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang
lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam
didalam suatu organisasi. Dengan sistem basis data ini tiap-tiap orang atau bagian dapat
memandang database dari beberapa sudut pandang yang berbada.
Bagian kredit dapat memandangnya sebagai
data piutang, bagian penjualan dapat memandangnya sebagai data penjualan,
bagian personalia dapat memandangnya sebagai data karyawan, bagian gudang dapat
memandangnya sebagai data persediaan.
Semuanya terintegrasi dalam sebuah data yang umum. Berbeda dengan
sistem pengolahan data tradisional, sumber data ditangani sendiri-sendiri untuk
tiap aplikasinya.
BAB III
HASIL ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1 Sejarah Perusahaan
Sejarah RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, tidak
terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena perkembangan
kedua instansi ini adalah saling tergantung dan saling mengisi satu sama
lain.
Pada
tahun 1896, Dr. H.Roll ditunjuk sebagai pimpinan pendidikan kedokteran di Batavia (Jakarta), saat itu
laboratorium dan sekolah Dokter Jawa masih berada pada satu pimpinan.
Kemudian
tahun 1910, Sekolah Dokter Jawa diubah menjadi STOVIA, cikal bakal Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia. Pada
tanggal 19 November 1919 didirikan CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis) yang
disatukan dengan STOVIA. Sejak
saat itu penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kedokteran semakin maju dan
berkembang fasilitas pelayanan kedokteran spesialistik bagi masyarakat luas.
Bulan
Maret 1942, saat Indonesia diduduki Jepang, CBZ dijadikan rumah sakit perguruan
tinggi (Ika Daigaku Byongin). Pada
tahun 1945, CBZ diubah namanya menjadi “ Rumah Sakit Oemoem Negeri (RSON),
dipimpin oleh Prof Dr Asikin Widjaya-Koesoema dan selanjutnya dipimpin oleh
Prof.Tamija. Tahun 1950 RSON berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Pusat
(RSUP).
Pada
Tanggal 17 Agustus 1964, Menteri Kesehatan Prof Dr Satrio meresmikan RSUP
menjadi Rumah Sakit Tjipto Mangunkusumo (RSTM), sejalan dengan perkembangan
ejaan baru Bahasa Indonesia, maka diubah menjadi RSCM.
Pada
tanggal 13 Juni 1994, sesuai SK Menkes nomor 553/Menkes/SK/VI/1994, berubah
namanya menjadi RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo.
Berdasarkan
PP nomor 116 Tahun 2000, tanggal 12 Desember 2000, RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo
ditetapkan sebagai Perusahaan Jawatan (Perjan) RS Dr Cipto Mangunkusumo
Jakarta. Dalam perkembangan
selanjutnya, Perjan RSCM berubah menjadi Badan Layanan Umum berdasarkan
PP.Nomor 23 tahun 2005.
3.2
VISI dan MISI Perusahaan
3.2.1. VISI RSCM
a) Menjadi
Rumah Sakit Pendidikan dan Pusat Rujukan Nasional terkemuka di Asia Pasifik
tahun 2014.
3.2.2. MISI RSCM
a) Memberikan
pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan
masyarakat.
b) Menjadi
tempat pendidikan dan penelitian tenaga kesehatan.
c) Tempat
penelitian dan pengembangan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat melalui manajemen yang Dinamis dan Akuntabel.
3.3. Struktur
Organisasi
Struktur Organisasi merupakan penegasan akan susunan kerangka yang
menunjukkan saling hubungan atau tata kerja antara bagian-bagian atau sub
bagian yang ada dalam suatu unit kerja, sehingga setiap bagian atau sub bagian
mengetahui secara jelas apa yang menjadi bidang tugas, kewenangan dan tanggung
jawabnya. Demikian pula kepada siapa bagian mempertanggung jawabkan aktivitas
yang dilakukannya.

3.4 TOOL BLOK
1. Blok input
Alat yang digunakan untuk memasukkandata :
a. Keyboard
b. Mouse
Alat yang digunakan untuk memasukkandata :
a. Keyboard
b. Mouse
2. Blok Output
Alat yang digunakan untuk menghasilkan keluaran :
a. Printer
Alat yang digunakan untuk menghasilkan keluaran :
a. Printer
3. Blok Model
Aplikasi maupun program yang sering digunakan adalah
a. Ms. Office
b. Ms. Acces
Aplikasi maupun program yang sering digunakan adalah
a. Ms. Office
b. Ms. Acces
4. Blok Teknologi
a. Menggunakan Wi-Fi
a. Menggunakan Wi-Fi
5. Blok Database
a. Database DBF (clipper database file)
a. Database DBF (clipper database file)
6. Blok Control
a. Avast anti virus
3.5 Pembahasan
Prosedur Sistem Berjalan
a. Input Absensi
Setiap kehadiran pegawai menginput NIP dan melakukan
sentuh telapak tangan pada mesin biotec. Mesin absen ada di beberapa titik di RSCM, karyawan
memasukkan id, kemudian menempelkan jari ke mesin, lalu masuk ke sistem, dan
setiap akhir bulan di rekap.
b. Membuat rekapitulasi absensi
Bagian penanggung jawab administrasi dan SDM
melakukan rekapitulasi absensi setiap akhir bulan
c. Pembuatan Laporan
Setelah pembuatan rekapitulasi, bagian penanggung
jawab adminstrasi dan SDM membuat laporan absensi pegawai untuk diserahkan
kepada Koordinator administrasi dan keuangan.
Sistem absen sudah terkomputerisasi. Menggunakan aplikasi
VB.Net dan mesin Biotec.
a. Kelebihan
: memudahkan para karyawan untuk melakukan absen karena mesin ada di beberapa
titik. Sistemnya tidak bisa dimanipulasi oleh karyawan kecuali administrator.
b. Kekurangan
: absen dapat dimanfaatkan oleh karyawan yang nakal, misalnya yang rumahnya
dekat mereka absen di titik lain tanpa ke tempat mereka kerja kemudian pulang. “walaupun
masih ada kekurangan tetapi lebih bagus dari absen yang menggunakan scan id.
Karena kalau scan id banyak karyawan yang menitipkan id mereka ke teman”.
Berikut adalah beberapa gambar mengenai sistem absensi di
RSCM:











BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
Sistem Komputerisasi di RSCM sudah memasuki sistem absensi modern
yang dibeberapa tepat sudah ditempatkan mesin absensi untuk karyawan. Mewujudkan
keinginan karyawan yang mengabsen dengan cara yang mudah dan cepat. Dalam hal
ini RSCM sudah berkembang dengan baik terutama manajemen
komputersasinya.
4.2.Saran
1.
Perlu adanya pembagian kerja yang tersistem
sehingga pekerjaan dapat berjalan secara optimal dalam hal shift kerja.
2.
Diperlukan adanya
pengawasan atau penjagaan disetiap penempatan mesin Biotec.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim,2011 Modul Sistem Informasi Manajemen,Jakarta: Bumi aksara
http://www.google.com/search?hl=id&source=hp&biw=&bih=&q=pengertian+sistem+informasi+manajemen
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi_manajemen
http://www.docstoc.com/docs/124914006/
ardiansyah5.tripod.com/bab2.htm
